Minggu, 12 Januari 2014

Seorang Bocah dan Tiga Pertanyaan

Dahulu, ada seorang pria yang sangat memusuhi Islam. Dia memiliki tiga pertanyaan yang sangat terkenal karena tak seorang pun dapat menjawabnya. Tidak ada seorang ulama pun di Baghdad bisa menjawab tiga pertanyaannya, sehingga ia menertawakan Islam terang-terangan. Dia terus-menerus mengejek Islam dan kaum Muslimin.  

Suatu hari seorang anak kecil, yang berusia 10 tahun, datang dan mendengar pria itu berteriak dan berteriak memaki pada umat Islam di jalan. Dia menantang orang secara terbuka untuk menjawab tiga pertanyaan.

Anak itu berdiri tenang dan menyimak. Dia kemudian memutuskan bahwa ia akan menantang orang itu. Dia berjalan dan mengatakan kepada orang itu, "Saya akan menerima tantangan Anda".


Pria itu menertawakan  anak itu
dan bahkan lebih mengejek umat Islam dengan mengatakan, " Seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun menantangku. Apakah hanya ini yang kalian punya!"

Tapi anak itu dengan sabar mengulangi sikapnya. Dia akan menantang orang itu, dan dengan bantuan dan bimbingan Allah, dia ingin supaya kesombongan orang ini segera berakhir.
Pria itu akhirnya  menerima. 


Seluruh kota itu dikelilingi bukit kecil di mana banyak tempat tinggi yang terbuka. Pria itu naik ke atas, dan dengan suara lantang ia mengajukan pertanyaan pertamanya. 

"Apa yang Tuhan Anda lakukan sekarang?" Bocah itu berpikir beberapa saat dan kemudian mengatakan kepada pria untuk menuruni bukit dan pergi ke suatu alamat dalam rangka untuk menjawab pertanyaannya. Orang itu berkata "Apa? Kau ingin aku turun?" Anak itu berkata, "Ya. Aku harus menjawabnya, kan?" Pria itu berjalan menuruni bukit. Dan anak kecil itu, usia 10 tahun, dengan kaki kecilnya berjalan ke atas. Jawaban anak kecil ini adalah "Ya Allah yang Maha Kuasa! Engkau menjadi saksiku di depan semua orang ini. Engkau baru saja menghendaki bahwa kafir itu direndahkan derajatnya, dan bahwa seorang Muslim dibawa ditinggikan derajatnya!"

Kerumunan bersorak dan meneriakkan takbir "Allahu akbar!" Pria itu telah dipermalukan, tapi dia berani mengajukan pertanyaan keduanya "Apa yang ada di hadapan Allahmu?" Anak kecil berpikir dan berpikir .Lalu ia meminta pria itu untuk menghitung mundur. "Hitung mundur dari 10" Pria itu menghitung, " 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0 " Anak itu bertanya, "Apa yang datang sebelum 0?" Pria itu menjawab, "Aku tidak tahu, apa-apa." Anak itu kemudian menjawab "Tepat! Tidak ada sebelum Allah, karena Dia Abadi dan Mutlak." Kerumunan menyerukan takbir lagi. "Allahu akbar!" 

Pria itu sekarang benar-benar frustrasi, mengajukan pertanyaan terakhirnya. "Ke arah mana Allah itu menghadap?" Anak itu berpikir dan berpikir. Dia kemudian meminta lilin. Sebuah lilin dibawa kepadanya. Bocah itu menyerahkannya ke orang itu dan memintanya untuk menyalakannya .Pria itu melakukannya dan berkata, "Apakah dengan ini kau bisa membuktikan?" Bocah itu justru bertanya lagi, "Ke arah mana cahaya dari lilin ini akan pergi?" Pria itu menjawab, "Ke segala arah." Anak itu berkata, "Anda telah menjawab pertanyaan Anda sendiri, cahaya Allah pergi ke segala arah, Dia di mana-mana. Tidak ada tempat bahwa Dia tidak dapat ditemukan" Orang-orang bersorak lagi, "Allahu akbar!"

Kini pria itu sangat terkesan dan begitu tersentuh oleh pengetahuan dan spiritualitas bocah itu, kemudian ia memeluk Islam dan menjadi murid dari bocah itu. Jadi berakhirlah perdebatan. 

Siapakah bocah tersebut? Bocah tersebut adalah salah satu pemimpin kita dan salah satu ulama besar, Imam Abu Hanifah ra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar