Seorang guru baru, wanita muda dengan kecenderungan liberal masuk ke dalam kelas. Muridnya adalah anak-anak kecil berusia 6-7 tahun. Ia menjelaskan pada murid-muridnya bahwa ia adalah seorang atheis dan bangga akan hal itu.
Dia bertanya pada murid-muridnya apakah mereka atheis juga. Sebenarnya mereka tidak benar-benar mengerti apa itu atheis, tapi mereka serempak mengacungkan jari dan ingin menjadi atheis, seperti guru mereka yang cantik itu.
Semua, kecuali satu. Seorang gadis cantik bernama Zainab. Dia tidak mengacungkan tangan, bahkan tertawa kecil melihat tingkah teman-temannya. Melihat itu, gurunya bertanya mengapa ia berbeda. "Karena aku bukan seorang atheis."
Kemudian, guru bertanya, "Lalu apa?"
"Saya seorang Muslim." Bu Guru mulai sedikit terganggu dengan pernyataan gadis kecil itu. "Kenapa kamu memilih untuk menjadi seorang Muslim?"
"Yaah, saya dibesarkan di keluarga yang mengenal dan mencintai Tuhan. Ibu saya adalah seorang Muslim, dan ayah saya adalah seorang Muslim. Jadi saya seorang Muslim."
Guru itu sekarang marah dan membentak, "Itu bukan alasan! Bagaimana kalau kalau ibumu orang yang bodoh, dan ayahmu juga orang yang bodoh? Apakah yang akan kamu lakukan?"
"Lalu," kata Zainab, "Aku akan menjadi seorang atheis."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar