Seorang doktor di bidang aqidah bertanya pad Syeikh Dr. Umar Al Asyqor guru besar ilmu aqidah, "Wahai Syeikh, saya sudah mencapai gelar akademik tertinggi dalam ilmu aqidah, namun saya belum merasakan dalamnya aqidah ini tertanam dalam hati dan jiwa."
Maka Syeikh Dr. Umar Al Asyqor menjawab, "Pertanyaan itu sudah pernah ditanyakan oleh Syeikhul Islam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah kepada gurunya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjawab: Apa yang engkau pelajari hanyalah kaidah-kaidah (rumusan-rumusan) dalam masalah aqidah, sedangkan jika engkau ingin merasakan dalamnya aqidah tertanam di dalam hati dan jiwamu, maka hayati dan resapilah kandungan al-Qur'an."
Sesungguhnya, ilmu tauhid yang kita pelajari selama ini, ternyata baru sekedar kaidah atau rumusan seperti rumus Matematika dan Kimia atau rumus lainnya. Aqidah hanya sebagai kekayaan kognitif. Tidak sampai merasuk ke dalam jiwa yang paling dalam, aqidah memiliki efek apapun. Tanpa praktek nyata, maka rumusan aqidah itu tinggal rumusan tinggal rumusan tanpa arti walaupun sebanyak apapun kita menghafalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar