Rabu, 25 Desember 2013

Kisah Sharon Fleischer, Bagaimana Perang Dimulai?

Itu adalah hari pertamaku di sekolah. Saya merasa gugup dan takut. Aku pergi kemanapun tanpa teman. Rasanya seperti tak ada yang peduli.

Aku mengikuti semua pelajaran dengan cemas dan menunggu istirahat dalam
satu waktu. Lalu akhirnya bel berbunyi. Sudah waktunya untuk ngobrol dan bersenang-senang.

Di kantin saya bertemu dengan seorang teman baru yang mengenakan jilbab di kepalanya, dan meskipun saya Yahudi, kami bergaul dengan baik, dan aku sangat lega ketika dia berkata, 


"Duduklah dengan kami, di meja kami", dia menunjuk ke salah satu bangku di samping pintu.

Jadi aku setuju, dan mengambil nampanku dan hendak berjalan dengan dia, ketika tiba-tiba aku merasakan
sebuah dorongan. 

"Hei, aku melihatmu di bus", kata seorang gadis jangkung rok panjang. "Aku melihat kalung bintang Yahudi punyamu. Kamu harus duduk dengan kami."

Pada saat itu aku melihat sekeliling, dan saat itulah aku melihat, aku terkejut, negara-negara di dunia, mengisolasi diri .Itulah apa yang kulihat dengan mataku sendiri.


Anak Spanyol hanya duduk dengan gerombolan anak Spanyol, Hindu hanya dengan Hindu , Rusia selalu dengan Rusia, dan tidak pernah orang Arab dengan Yahudi.


Aku melihat alasan bagaimana perang dimulai. Semua orang menempel dengan jenis mereka sendiri. Ruang makan adalah peta dunia. Mengapa semua orang begitu buta?


Dan jadi aku menolak gadis jangkung ini, dan pergi dengan gadis Arab, dan tidak ada permusuhan. Aku membangun sebuah jembatan antara dua dunia ketika aku duduk dengan mereka yang berbeda dariku. Kuharap, Anda akan melakukan hal yang sama.


Sharon menulis catatan ini saat dia berumur 16 tahun saat kelas 11. Tujuannya adalah menjadi diplomat internasional dan menjadi peace-maker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar